![]() |
| Bersyukur masih ada orang tua yang mengingatkan kita |
Dalam perjalan kehidupan sering kali kita terjebak dalam rasa yang kurang setuju dengan keadaan saat ini. Ketika semua hal yang sudah kita usahakan belum sepenuhnya memberi hasil sebagaimana kita harapkan, dan seakan dunia ini tidak lah adil kenapa mesti saya kenapa mesti anda kok bukan mereka atau dia?
Perasaan ini sering menghinggapi kita dan akhirnya membuat kita lupa bahwa kita cendrung menyalahkan kondisi kita dan menyalahkan keadaan yang datang.
Harusnya kita sadar bahwa semua yang terjadi adalah karena kita bertindak dan Tuhan yang meng- Iyakan untuk terwujud.
Jalan keluar dari setiap permasalahan tidak akan pernah kita temukan dengan cara berdiam diri dan mengeluh. Mengeluh akan menarik hal hal negatif kedalam diri kita dan menghabiskan banyak resource CPU Otak yang seharusnya dapat digunakan untuk eksekusi ide ide segar yang kreativ.
Salah satu cara mengurangi beban dari otak kita adalah berSYUKUR, menggali ke dalam diri lebih dalam lagi tentang apa sebenarnya yang sudah terjadi dan menemukan hal paling bahagia yang pernah dilakukan.
Dalam hal ini cobalah bertanya apa saja yang sudah kita capai? Masih banyak toh diluaran sana yang bahkan untuk makan hari ni saja belum tentu bisa.
Rasa Syukur harus sering sering kita panjatkan dalam diri ini untuk melegakan proses load CPU otak yang sudah sangat sesak sehingga mengurangi akses ide ide segar yang seharusnya dapat kita gelontorkan dan wujudkan.
Kenapa Syukur dapat mengurangi CPU Load otak, karena Dengan bersyukur otak sudah mengeliminasi ribuan kemungkinan buruk yang tidak sengaja kita tarik ke alam bawah sadar, sehingga kinerja otak untuk memasukkan hal hal buruk langsung terhenti prosesnya. Jadi Rasa SYUKUR ini mengurangi otak melakukan kinerja yang tidak penting.
Apabila kita sudah dapat mulai bersyukur atas segala hal yang kita capai dan miliki, otomatis kita dapat lebih menghargai apa yang sudah kita miliki. Langkah selanjutnya adalah mulai berusaha mencintai apa yang ada dengan mencintai akan menimbulkan rasa untuk memberikan yang terbaik.
Nah Kan BAHAGIA itu sederhana cukup dengan BERSYUKUR atas karunia Tuhan saat ini dan berusaha mencintai yang sudah memiliki dan mengusahakan secara maksimal kemampuan kita untuk memberikan terbaik kepada yang sudah kita cintai.
