Yea lama sudah tidak mengupdate isi blog ini hehe, kali ini mau menulis karena terinspirasi leh film IROBOT yang di sutradari oleh Alex Proyas. Ya dari film ini jadi teringan akan tiingkah kita sebagai manusia dimana dalam otak bawah sadar kita sudah terprogram sebuah sistem pengambil keputusan yaitu Mencari Kesenangan Menghindari Sengsara, ya terkadang dengan adanya sistem ini kita terkadang tersesat di kesenangan sesaat dan sengsara jangka panajang.
La apa hubungannya dengan I robot, ya di film ini juga di ceritakan si viki sebagai pengendali robot menggunakan asas pengambil keputusan berdasarkan sengsara dan nikmat yang akhirnya malah menjadi bencana bagi umat manusia. Begitu juga dalam sistem otak bawah sadar kita bekerja, setiap kita melawati sebuah kejadian baik itu melihat , mendengar dan merasakan akan direkam dan dianalisa oleh otak apakah kejadian itu memberi nikmat atau sengsara dan membuat sebuah keputusan. Misal ketika kita kecil bermain api dan panas akhirnya membawa luka, maka otak akan menyimpulkan main api bisa panas dan terluka. Ketika besar bertemu dengan api menjadi ketakutan sendiri dalam diri ini bahwa api itu panas dan melukai.
Kegiatan perekaman kejadian dan pengambil keputusan di otak selama kita hidup menjadilah sebuah keyakinan yang mendalam dalam diri ini dan menjadi rule kehidupan kita. Disinilah terbentuknya sebuah mental penghambat yang sering disebut dengan MENTAL BLOK. Mental blok itu terbentuk dari kegiatan otak Manusia Otomatis mengambil Kesimpulan berdasarkan rasa, apakah rasanya menyenangkan atau menyakitkan.
Untuk menghancurkan mental blok ini atau pengambil keputusan yang salah, kita harus menggali kembali kedalam diri sendiri tentang apa yang sudah kita lewati dan kesimpulan apa yang sudah kita yakini. Kembali ke belakang dan rombak keyakinan lama dengan diinputkan keyakinan baru. dengan cara ini secara sedikit demi sedikit kita dapat mengatasi Ketakutan yang kita ciptakan sendiri.
Manusia itu mahluk pembelajar, mahluk peniru setiap apa yang didengar dilihat akan ditiru dan dicoba diterapkan dan menjadi keyakinan kita. Seperti ketika waktu bayi, mata si bayi berusaha mengamati wajah kita ketika kita berbicara padanya,si bayi sedang merekam mimik wajah, gerakan mulut dan suara yang terdengar untuk menambah databasenya si bayi sehingga dia bisa menirukan suara kita.
Mari kita menjaga sistem pengambil keputusan ini dengan memberikan input yang positi dan keyakinan yang positif untuk kita arahkan pada impian dan cita cita kita.
