Ya memang manusia diciptakan dengan mencintai kesenangan dan menghindari kesengsaraan atau kepedihan. Namun terkadang akibat logika seperti ini kita malah terjebak di jalan kesengsaraan jangka panjang hanya karena kita memilih kesenangan jangka pendek dan takut bersengsara sesaat saja sampai kita menemukan kesenangan jangka panjang.
Banyak kan kita lihat para pecandu narkoba yang sengsara selamanya karena mencoba nikmat jangka pendek yang menawarkan halusinasi kesenangan sesaat yang akhirnya menjerumuskan mereka ke lembah kegelapan. Memang kita perlu terdiam sesaat untuk menganalisa apakah tindakan kita memang benar bukan kesenangan sesaat?. Ya kita digerakkan oleh dua kekuatan antara kesengsaraan dan kesenangan, dua kekuatan inilah yang mengarahkan gerak kehidupan kita.


Untuk menjalani kesengsaraan jangka pendek demi kesenangan jangka panjang diperlukan disiplin yang harus dibiasakan untuk menjadi sebuah habbit, misalnya kita disiplin menyisihkan penghasilan 350rb setiap bulannya kedalam reksadana atau dplk atau bisa juga unitlink dimana saat kita pensiun nanti kita sudah punya tabungan yang luar bisa untuk menghidupi kehidupan kita yang semakin renta.
Kita harus bisa menghubungkan rasa rasa yang kita ciptakan sendiri didalam otak ini untuk merasakan apakah ini nikmat atau sengsara,karena setiap keputusan yang kita ambil selalu dilandasi oleh rasa dan emosi. kembali ke diri sendiri mau sengsara apa nikmat. tentukan pilihannya sekarang.