Yeah banyak yang berubah mulai gaya hidup dan prilaku dimasa pandemik ini. Sebagai pekerja yang keseharian mengedarkan pinjaman dan bertemu para pelaku umkm, ada beragam cerita yang ditemui. Ada yang orderan sepi ada juga yang kebanjiran.
Ya semua ini tentang momentum, momentum yang tepat pada saat posisi yang tepat yang akan membawa kemana arah pertumbuhan. Memang betul, tidak ada yang siap dengan kondisi krisis seperti ini, namun hanya yang sigap dan segera memanfaatkan keadaan yang akan menjadi pemenang.
Ternyata di dunia paper aset pun demikian, semua tentang momentum dan posisi yang tepat saat masuk kedalam market yang akan menentukan tingkat profit dan loss yang akan dinikmati.
Nah mari kita sudahi kesedihan ini, bukankah kita manusia terkenal dengan kehebatan kita untuk BERADAPTASI disegala kondisi, sehingga populasi manusia menjadi semakin terus berkembang.
Ayo kita mulai mencoba ke pertanian, sebagaimana kita membutuhkan kebutuhan pokok, dimana kebutuhan pokok ini dihasilkan dari pertanian.
Ah kalau semua menjadi petani terus siapa yang membeli? bukan masalah siapa yang membeli, minimal kita paham bahwa bertani itu ada prosesnya sehingga kita kedepannya akan menghargai hasil keringat petani, bukan semena mena mengendalikan harga dan semakin membuat kaya para tengkulak dan pengepul pertanian.
Belajar dari Petani Muda Keren yang terus bergerak mengedukasi dan menyadarkan kita bahwa bertani secara modern dengan menggabungkan teknologi serta bekerjasama untuk menguasai jalur hilir sampai hulu sehingga hasil pertanian dapat diserap pasar dengan harga wajar sehingga para petani paham berapa sebenarnya Harga Pokok Produksi dari hasil mereka bertani.
Kembali ke Petani untuk ketahanan pangan dan kedaulatan kita sebagai pewaris kebudayaan yang diakui dunia yaitu SUBAK tidak hanya sebuah selogan dan kenang kenangan belaka. Kita generasi penerus yang harus segera sadar bahwa sektor pertanian adalah soko guru untuk memutar sektor lainnya. Salam Petani Muda Keren.
Belajar dari Petani Muda Keren yang terus bergerak mengedukasi dan menyadarkan kita bahwa bertani secara modern dengan menggabungkan teknologi serta bekerjasama untuk menguasai jalur hilir sampai hulu sehingga hasil pertanian dapat diserap pasar dengan harga wajar sehingga para petani paham berapa sebenarnya Harga Pokok Produksi dari hasil mereka bertani.
![]() |
| Sumber Facebook I Nengah Sumerta |
Kembali ke Petani untuk ketahanan pangan dan kedaulatan kita sebagai pewaris kebudayaan yang diakui dunia yaitu SUBAK tidak hanya sebuah selogan dan kenang kenangan belaka. Kita generasi penerus yang harus segera sadar bahwa sektor pertanian adalah soko guru untuk memutar sektor lainnya. Salam Petani Muda Keren.
