Perjalanan kali ini ke daerah Buleleng, ya sebuah daerah yang memiliki kebanggaan dimasa sılam pernah menjadi ibu kota sunda kecil pada maktu itu. Sebuah surat penugasan yang memaksa harus menuju kota ini. Tiga bulan pertama serasa gundah gulana karene mesih belum bisa move on dari hiruk pikuknya kota metropolitan yang porak poranda diterjang ole covid 19.
Ah sudahlah pikirku, harus ada yang menjadi rasa syukur atas kepindahan ini. Akhirnya memberanikan diri untuk mengambil pinjaman KPR mumpung harga covid walaupun dalam diri bertanya " apa benar mau tinggal di kota ini?" ah sudahlah yang penting memiliki rumah tingal dahulu agar dapat mensyukuri kepindahan ke mantan ibu kota sunda kecil.
Genap sudah di kota ini 5 bulan berjalan dan berkeliling, ternyata ada banyak potensi dan keunikan yang ditemukan. Ada semangat lokal untuk berjuang menjadi penguasa di daerah sendiri terutama sebagai penggerak ekonomi umkm dan satu hal ternyata TAJEN masih di elu elukan untuk memutar roda perekonomian heheh unik kan.
Kemunculan covid memaksa para perantau yang sebelumnya mengais rejeki ke bumi sebelah selatan terpaksa harus bertahan hidup di kampung halaman, ada yang langsung beradaptasi namun ada juga yang ogah ogahan memaksimalkan potensi diri dan daerahnya.
Buleleng ini kumbakarna yang sedang tidur, masih banyak lahan pertanian yang digarap dengan asal asalan, banyak yang membutuhkan hasıl instan, ya mungkin karena keseringan main sosmed lihat kehidupan yang serba wow sehingga kebanyakan doping dopamin.
Akhirnya muncul cita-cita baru untuk segera memiliki lahan pertanian dan peternakan yah kalau diijinkan minimal 7 Hektar dahulu lah yah yah. Semoga bisa segera saya wujudkan untuk mengelola pertanian dan peternakan berbasis IOT heheheh mohon doa nya ya teman teman.
