Akhirnya saya memutuskan evaluasi kebelakang,problemnya apa sehingga jika suatu saat nanti dihadapkan situasi serupa dapat lebih sigap dalam mengambil keputusan.
Kelemahan yang saya temukan adalah kurangnya pemahaman tentang dana darurat, dimana saat situasi seperti sekarang, keberadaan dana darurat sangat diperlukan terutama untuk meringankan kondisi pinjaman yang sedang berjalan.
![]() |
| bermutasi seperti virus untuk tetap bertahan |
Pusing tujuh keliling di saat pinjaman bank harus tetap dibayarkan sedangkan operasional melambat dan pemasukan juga melambat. Dibutuhkan kebijakan yang sangat sangat seimbang antara pinjaman dan dana darurat minimal setara atau dapat mengcover pinjaman 80%.
Jadi setiap keputusan mencari pinjaman harus berani mencadangkan sebesar 100% dari besar pinjaman untuk suatu saat jika kondisi gawat darurat seperti ini tidak akan membuat beban mental. Ya konsekuensinya untuk laba menjadi berkurang bahkan minus, tapi tidak apalah yang penting kita punya parasut yang suatu saat kita butuhkan bisa kita gunakan.
Seharusnya banyak yang dapat belajar dari kondisi pandemi seperti ini, terutama sekali tentang kecerdasan finansial. Bukan hanya sebuah catatan nota bon saja heheh, namun harus benar benar kita pahami, seberapa efiseienkah kita dalam ber usaha dan menghasilkan laba. Ya memang sih kita masih umkm. Namun dari sekarang kita ketat, saya yakin suatu saat ketika sudah besar akan lebih kompleks lagi permasalahan nya.
Mulai dari diri sendiri dulu untuk selalu mengukur berapa sewajarnya kita di bayar.
