Kanebo Kering: Mulai Menulis Lagi Setelah Lama Menghilang
Ternyata sudah lama sekali tidak menuliskan sesuatu di blog ini. Ya, memulai kembali kebiasaan yang sudah lama ditinggalkan memang terasa aneh — otak ini jadi sedikit kaku, layaknya kanebo kering. Mau menulis, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Bingung. Kaku. Macet.
Tapi tak apa. Yang penting tuliskan saja dulu. Anggap ini pemanasan. Anggap ini percikan pertama sebelum api benar-benar menyala.
Sepi Ide, Padat Isi
Topik apa yang mau ditulis kali ini? Entahlah. Sepertinya sepi ide. Tapi anehnya, di kepala itu justru berkerumun sesuatu yang menggumpal — butuh penyaluran agar kembali plong. Seperti kamar yang penuh tapi tidak tersusun. Isinya ada, tapi tidak ada yang bisa dikeluarkan dengan rapi.
Dan kalau ditelusuri lebih dalam, ternyata ini semua efek dari satu kebiasaan yang sudah sangat akrab: scroll sosial media.
Dopamin yang Merusak Daya Nalar
Ya, begitulah efeknya. Setiap kali buka sosmed, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa. Goyang sana-sini, tampilan yang memanjakan mata, konten-konten singkat yang bikin ketagihan. Dopamin mengalir deras — dan tanpa terasa, daya nalar pun perlahan tergerus.
Indah sekali pemandangan di sosmed. Semakin malas lah untuk beranjak, apalagi bergerak. Sekadar menggerakkan tubuh agar bugar dan sehat saja rasanya sangat berat. Sampai-sampai tidak sadar, berat badan sudah beranjak ke angka 78 kg. Angka yang sangat menakujkan, bukan? Terutama untuk ukuran tubuh yang mungil menggemaskan.
Boro-boro Membuat Konten
Inilah gambaran paling jujur dari kondisi saat ini. Boro-boro membuat konten — untuk sekadar ide konten saja bisa mentok. Stuk. Blank. Padahal kalau dipikir-pikir, waktu yang dihabiskan di sosmed bukan sedikit. Tapi hasilnya? Nol besar. Seolah-olah sibuk, padahal hanya berputar-putar di tempat.
Tonggak Kehidupan Baru
Mungkin tulisan kali ini bisa menjadi titik balik. Tonggak kecil dari kehidupan baru yang lebih tertata — bebas dari racun sosmed yang mematikan produktifitas. Butuh detoks. Butuh jarak. Butuh kesadaran bahwa scrolling bukan produktivitas.
Mari kita mulai bergerak. Agar badan semakin bugar. Agar pikiran semakin segar. Agar ide-ide cemerlang kembali mengalir dan siap dieksekusi. Hidup yang berdaya dan kreatif di tengah banjir informasi ini — bukan sebagai penonton pasif, tapi sebagai pelaku yang sadar.
Ini bukan soal menulis yang sempurna. Ini soal mulai. Seperti kanebo kering yang akhirnya terkena air pelan-pelan — lama-lama akan lunak lagi, dan bisa menyerap kembali. Tulisan ini adalah air pertama itu.
