Cinta, Passion, dan Energi Dahsyat dari Dalam Diri

Cinta, Passion, dan Energi Dahsyat dari Dalam Diri

Seperti pada tulisan Cara Cepat Menjadi Bahagia yang saya tulis kemarin, sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi yang harus kita jalani sebagai manusia. Ya, urusan penting ini bertemakan CINTA.

Cinta yang Menggerakkan Segalanya

Setiap individu yang jatuh cinta akan sangat bersemangat melakukan sesuatu demi cinta itu. Maka sering kita dengar adanya cinta buta, cinta berlebihan — yang membuat orang tak mampu lagi menilai secara objektif apa yang dilakukannya. Cinta akan uang misalnya, bisa membuat seseorang lupa bahwa uang hanyalah alat tukar value dari kita sebagai individu. Bukan uangnya yang membuat jahat, tetapi kecintaan berlebihan terhadapnya yang mengubah individu.

Apapun yang berlebihan memang tidak pernah baik. Kecuali mungkin satu hal — kelebihan berbuat baik. Itu satu kelebihan yang memang harus diupayakan.

Ketika Kita Mencintai Pekerjaan

Kenapa cinta bisa memberikan perubahan dalam kehidupan kita? Karena setiap manusia diberikan pilihan. Tapi pernahkah kita merasa bahwa dalam hidup ini tidak ada pilihan lain selain yang dihadapkan kepada kita — sesuatu yang tidak kita sukai, tapi harus kita jalani?

Kalau begitu, pasti sangat sulit memberikan hasil yang terbaik. Boro-boro hasil terbaik — keluhan setiap hari, bahkan setiap menit, sudah menguras energi otak. Tapi coba bayangkan sebaliknya. Kita diberikan pekerjaan yang kita cintai. Jam sudah berdentang dua belas kali pun tidak terdengar, karena saking asyiknya. Saking cintanya, sampai lupa makan siang.

"Setiap manusia pasti mengharapkan yang terbaik — kalau bisa sesuai passion. Rasa cinta memberikan efek berbeda, seperti ada energi tambahan yang mendorong kita memberikan hasil terbaik."

Prestasi demi prestasi seolah mudah diwujudkan karena kita mencintai apa yang dikerjakan. Mana lebih mudah — mengerjakan yang dicintai, atau yang tidak? Jawabannya sudah jelas. Seperti tenaga dalam yang dahsyat dari dalam diri. Walau badai datang menghantam, kita justru berusaha tetap tegak dan bangkit dari terpaannya.

Passion: Pemisah Antara Gagal dan Sukses

Donald Trump, salah satu pengusaha Amerika yang sukses di bidang real estate, menulis dalam bukunya Success 101:

"Kurangnya passion sering menjadi pemisah antara kegagalan dan kesuksesan."

Passion ibarat rasa cinta akan suatu hal, sehingga bisa mengantarkan kita kepada kesuksesan.

· · ·

Bagaimana Kalau Kita Tidak Mencintai Apa yang Dikerjakan?

Jangan berkecil hati. Coba ditelaah ke belakang — mungkin doa kita sebelumnya adalah meminta diberikan yang terbaik oleh Tuhan. Dan inilah jawabannya, mungkin bukan yang kita mau, tapi yang kita butuhkan.

Cara agar rasa cinta itu tumbuh adalah bersyukur, seperti yang saya tulis di Cara Cepat Menjadi Bahagia. Dengan mensyukuri, kita berusaha melihat hal positif dari pekerjaan yang dijalani, dan berusaha mencintainya sehingga bisa memberikan kontribusi maksimal. Pasti ada cahaya dalam kegelapan. Pasti ada cinta dalam kebencian.

Lakukanlah setiap tindakan dengan cinta yang tulus, dan tetap bersyukur dengan apa yang sudah kita capai saat ini.